Halaman

Rabu, 27 Oktober 2010

DATA SISWA

Nama Lengkap    :

Nama Panggilan  :

Tempat & Tanggal lahir  :

JK                          : Laki-laki Perempuan

Agama                   : Islam Kristen Hindu Budha

Minat                     :

Keterangan  : 

Macam-Macam Pendekatan Pendidikan ISlam

PENDEKATAN PENDIDIKAN ISLAM

Disusun oleh Santi Arum Puspita Lestari
Dipost  27 Oktober 2010, pkl 16.15 WIB

PENDAHULUAN

Pendidikan Islam harus membentuk watak Islam, yaitu watak yang dibangun atas`dasar doktrin Islam yang bersumber dari Al-Quran dan hadits Rasulullah.  Dalam mengajar, guru harus pandai dalam menggunakan pendekatan secara arif dan bijaksana, bukan sembarangan yang merugikan anak didik, pandangan guru terhadap anak didik akan menentukan sikap dan perbuatan. Setiap guru tidak selalu mempunyai pandangan yang sama dalam menilai anak didik. Hal ini akan mempengaruhi pendekatan yang guru ambil dalam pengajaran. Secara termonologi Mulyanto Sumardi menyatakan bahwa pendekatan bersifat axiomatic yang terdiri dari serangkaian asumsi tentang hakikat bahasa dan pengajaran bahasa serta belajar bahasa. Bila dikaitkan dengan pendidikan Islam, maka pendekatan bisa berarti sebagai asumsi mengenai hakikat pendidikan islam dan pengajaran agama Islam serta belajar agama Islam.

MACAM-MACAM PENDEKATAN DALAM PENDIDIKAN ISLAM
  1. Pendekatan Filosofis
    Berdasarkan pendekatan filosofis, pendidikan islam dapat diartikan sebagai studi proses tentang kependididkan yang didasari ndengan nilai-nilai ajaran Islam menurut konsepsi filosofis yang bersumberkan kitab suci Al – Quran dan Sunnah Nabi Muhammad SAW. Pendekatan filosofis ini  memandang bahwa manusia adalah makhluk rasional sehingga segala sesuatu yang menyangkut pengembangannya didasarkan  kepada sejauh mana pengembangan berfikir dapat dikembangkan. Yang Esensial dari pendekatan ini filosofis ini adalah lahirnya sikap dasar dan pandangan dasar yang meyakini bahwa islam sebagai agama wahyu (agama samawi) mengandung konsep-konsep, wawasan-wawasan dan ide-ide dasar yang memberi inspirsi terhadap pemikiran umat manusia dalam rangka menyelesaikan permasalahan kehidupannya. Al-quran sebagai sumber-sumber inspirasi dan wawasan serta pandangan hidup universal, memberikan dorongan motivatif manusia untuk mengembangkan ilmu pengetahuan melalui rasio (akal pikiran) sejauh mungkin sampai pada zat Allah yang tidak mungkin dicapai oleh rasio itu. Rasio manusia dalam memperdalam dan memperluas dimensi ilmu pengetahuannya tidak terlepas dari orientasi kepada Tuhannya, karena ia menempatkan kekuasaan Allah diatas segalanya, termasuk kemanapun manusia itu sendiri. Dengan orientasi demikian maka manusia tidak akan bersikap takabbur (arogan) seolah-olah dengan kemempuan akal pikirannya sendiri tanpa batas. Tujuan pendidikan ini dimaksudkan agar siswa dapat menggunakan pemikiran (rasio) seluas-luasnya sampai titik maksimal dari daya tangkapnya. Sehingga siswa dapat terlatih untuk terus berfikir dengan menggunakan kemampuan berfikirnya.
     
  2. Pendekatan Sosio-Kultural
     Pendekatan ini bertumpu pada pandangan bahwa manusia adalah makhluk yang bermasyarakat dan berkebudayaan sehingga dipandang sebagai ”homo socius” dan ”homo sapiens”dalam kehidupan bermasyarakat dan berkebudayaan. Pendekatan ini sangat efektif dalam membentuk sifat kebersamaan sisiwa dalam lingkungannya, baik disekolah maupun dilingkungan masyarakat. Pola pendekatan ini ditekankan pada aspek tingkah laku dimana guru hendaklah dapat menanamkan rasa kebersamaan, dan siswa dapat menyesuaikan diri, baik dalam individu maupun sosialnya.
     
  3. Pendekatan Induksi-Deduksi
    • Pendekatam Induksi
      Pendekatan Induksi adalah suatu pendekatan yang penganalisaannya secara ilmiah, bertolak dari kaidah ( hal-hal atau peristiwa) khusus untuk menentukan hukum (kaidah) yang bersifat umum (universal). Dengan kata lain penentuan kaidah umum berdasrkan kaidah-kaidah khusus. Tujuan pendidikan ini adalah untuk melatih siswa agar terbiasa berfikir ilmiah, membanding, menimbang antara bagian-bagian dan mengambil kesimpulan dan prinsip-prinsip umum tersebut
    • Pendekatan Deduksi
      Pendekatan deduksi adalah kebalikan dari pendidikan induksi. Kalau induksi bergerak dari hal-hal yang bersifat khusus ke umum, sementara deduksi adalah suatu cara analisa ilmiah yang bergerak dari hal-hal yang bersifat umum (universal) kepada hal-hal yang bersifat khusus. Tujuan dari pendekatan ini sama dengan induksi, yang membedakan terletak pada sifat kekhususan dan keumumannya saja, dan sama-sama membimbing siswa agar dapat mengambil kesimpulan dari berbagai persoalan analisis yang ada.

  4. Pendekatan Fungsional
    Pendekatan fungsional adalah penyajian materi pendidikan Islam dengan penekanan pada segi kemanfaatannya bagi siswa dalam kehidupan sehari-hari. Dengan berdasarkan  kepada pendekatan ini, materi yang dipersiapkan untuk disampaikan kepada anak didik adalah materi yang sesuai dengan kebutuhan anak didik dalam bermasyarakat. Karena harus disadari sepenuhnya, bahwa materi pelajaran yang disampaikan kepada anak didik tidak hanya sekedar umtuk memajukan aspek kognitifnya, tetapi juga untuk kelangsungan kehidupannya di masa-masa mendatang. Melalui  pendekatan fungsional, hendaknya setiap sekolah di tanah air dapat menjembatani keinginan tersebut  diatas.
     

Semoga Bermanfaat . . . .

BANZAI!!!!!!!!